BREAKING NEWS

HARGA KUSEN

OTHER COMMENT

OTHER NEWS

IKLAN

Bahan Bangunan

From our Blog

Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Semen. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Semen. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 November 2009

Article

EKSPOS KOLOM SEMEN DAN DESAIN

Foto: Holcim

Foto: Holcim

Author: Dyah Sunthy Satiti Wikan (Writer & Reporter - Laras Magazine)
Kehadiran semen dalam desain adalah konsekuensi struktur yang berpengaruh pada tampilan rumah dan ruang. Sebagai bagian dari struktur bangunan,kolom adalah elemen vertikal yang berpengaruh langsung pada desain. Kehadiran kolom secara persepsi juga memberikan rasa aman dan impresi kekuatan bangunan. Oleh karena itu penentuan dimensi kolom yg dipengaruhi oleh perhitungan struktur membawa banyak pengaruh pada kualitas dan bentuk ruang atau tampilan visual desain.

Material untuk membuat kolom selama ini dikenal sangat variatif dengan syarat kemampuan untuk menahan beban. Salah satunya adalah semen yang dicor menjadi kolom beton. Disinilah potensi semen bisa dieksplorasi dengan maksimal. Fleksibilitas karakter material yg dimiliki semen membuatnya mampu dibentuk dng ukuran,bentuk,dan dimensi yang hampir tanpa batas untuk kepentingan kekuatan struktur. Namun,selama ini kolom semen disikapi sebagai bagian dari bangunan yang harus di-finishing agar terlihat rapi. Sebagai elemen vertikal, kolom menjadi satu garis dalam desain yang memiliki kontribusi besar pada nuansa desain secara keseluruhan. Mengekspos permukaan semen yang sengaja dibuat kasar, atau bahkan membiarkan bekas-bekas cetakan beton membentuk tekstur menjadi salah satu pilihan desain yang memiliki keunikan.

Mengekspos ekspresi semen pada kolom-kolom juga mampu membuat elemen vertikal ini terlihat kontras dipadukan dengan dinding yang memiliki finishing rapi. Keseimbangan desain dan harmoni visual juga bisa dicapai dengan kepiawaian desainer untuk mengolah bentuk dan tekstur kolom. Bahkan dengan menghadirkan kolom, membentuk kesan ruang yang berbeda bisa dicapai tanpa harus membangun dinding atau partisi ruang diantaranya. Konsepsi meruang yang sebenarnya telah ada pada bangunan joglo diantara keempat sakaguru ini ternyata bukan tidak mungkin diterapkan pada desain dengan spirit modern atau minimalis.

Visual continuity yang terbentuk dengan pembatasan dengan kolom semen ini menjadi trik desain yang sangat aplikatif pada desain bangunan dengan luasan terbatas. Kesan luas dan lapang pada ruang kemudian menjadi semakin kuat ketika warna kolom semen ekspos abu-abu terlihat netral, soft, dan mampu berpadu dengan komposisi desain di ruang tersebut.

Pada aplikasi eksterior, ekspos kolom semen memiliki impresi kuat tentang kekokohan. Pada kolom inilah ruang gerak desain menjadi lebih luas untuk mengolah tata cahaya yang mengeksplorasi kualitas solid-void pada wajah bangunan pada malam hari. Fleksibilitas semen ekspos dan ekspresinya yang raw memberikan kontribusi kualitas beragam tergantung pada bentuk dan penyelesaian tekstur kolom semen. Nuansa elegan, eklektik, klasik, atau bahkan minimalis modern mampu dibentuk oleh keputusan desain mengekspos kolom semen. Penghematan biaya untuk finishing kolom semen menjadi pilihan bijak yang juga mengedepankan kualitas craftmanship pada proses pembangunan yang tetap peduli akan kualitas artistik desan bangunan. Saatnya membuka mata lebih lebar untuk eksplorasi bentuk dan tekstur kolom semen untuk diekspos dalam komposisi desain. (SUN)


RAMP SEMEN UNTUK SIRKULASI INDOOR

Foto: Ajita Creative Agency

Foto: Ajita Creative Agency

Author: Dyah Sunthy Satiti Wikan (Writer & Reporter - Laras Magazine)
INTRO: Mengganti tangga dengan ramp dari semen cor dalam desain interior adalah alternatif bijak untuk akses sirkulasi yang aman dan nyaman.

Memiliki rumah bertingkat atau membangun rumah di atas lahan berkontur membutuhkan pengolahan sirkulasi dan akses ruang yang nyaman. Menghasilkan desain dengan tangga atau menyikapi perbedaan ketinggian level ruang dengan penghubung beberapa anak tangga adalah konsekuensi logis yang biasanya diterapkan. Cara ini ternyata cukup aman, nyaman, tetapi konvensional.

FUNGSI. Area tangga tidak hanya menjadi ruang sirkulasi, tetapi juga berfungsi sebagai transisi antara ruang-ruang bersifat publik dan semi publik di lantai bawah serta ruang-ruang yang lebih privat di lantai atas. Transisi ini kemudian membentuk sequence yang membuat peralihan tersebut lebih bisa dinikmati. Di sinilah ramp dari semen cor membawa wacana baru untuk sirkulasi dan kualitas ruang transisi tersebut.

Ramp biasanya diaplikasikan pada ruang-ruang luar seperti carport dan pencapaian ke teras depan rumah. Elemen ruang ini juga banyak digunakan di bangunan publik sebagai jawaban desain terhadap kepedulian terhadap akses bagi pada pengguna kursi roda. Namun, sudah saatnya ramp dari semen cor disikapi sebagai elemen sirkulasi baik indoor atau outdoor yang memiliki kontribusi artistik pada kualitas ruang. Sebuah keunikan yang tidak bisa dicapai oleh kehadiran tangga.

Menurut fungsinya, ramp dari semen cor menyerupai tangga. Bentuknya yang mengadaptasi kemiringan tangga dengan derajat yang lebih landai memberikan kenyamanan bagi pengguna kursi roda atau orang sehat untuk melaluinya. Ketika tangga menjadi halangan bagi pengguna dengan keterbatasan gerak dan usia, ramp memberikan kemudahan. Oleh karena itu, rumah yang menyikapi perbedaan ketinggian level lantai dengan ramp menjadi lebih sustainable (jangka panjang) dan tetap nyaman dihuni ketika pemilik telah lanjut usia.

ARTISTIK MERUANG. Secara artistik, ramp dari semen cor memiliki segala kualitas artistik yang dimiliki oleh permukaan semen ekspos. Memiliki warna netral dengan tampilan yang tidak merata memberikan sentuhan raw (mentah) yang justru berkarakter di antara material lain yang hadir dengan finishing: durabilitas, tekstur yang bisa disesuaikan kebutuhan, ekonomis, dan sesuai dengan beragam gaya desain.

Sementara itu, ruang menjadi lebih unik dengan transisi yang terasa lebih halus. Dua ruang yang memiliki perbedaan ketinggian seakan disatukan dan mengalir dengan kemiringan ramp yang landai. Ruang ke ruang menjadi lebih interaktif dengan kehadiran ramp yang merubah dinamika meruang. Bentuknya yang simpel dan polos memberikan kesempatan untuk mengeksplorasi ekspresi material lebih banyak, sehingga ramp dari semen cor memiliki pengaruh signifikan terhadap suasana dan karakter ruang.

Ketika kontribusi pada kualitas dan transisi antar ruang begitu besar, ramp dari semen cor ini menjadi pilihan bijak untuk menyikapi perbedaan ketinggian ruang. Derajat landai yang lebih rendah daripada tangga menjadikan elemen sirkulasi ini lebih aman dan lebih nyaman. Sirkulasi yang mengalir dari ruang ke ruang akhirnya menjadikan seluruh bagian rumah menjadi dinamis, interaktif, dan terasa sangat homey.


CAHAYA PADA DINDING SEMEN

Foto: Sudut Kantor Ajita Creative Agency - Jakarta

Foto: Sudut Kantor Ajita Creative Agency - Jakarta

Author: Dyah Sunthy Satiti Wikan (Writer & Reporter - Laras Magazine)

INTRO: Cahaya matahari yang berlimpah di alam tropis menyimpan potensi artistik bagi kualitas ruang di hunian tropis.

Hidup di belahan dunia yang beriklim tropis bisa memanfaatkan cahaya matahari yang berlimpah. Kebutuhan akan pencahayaan ruang di siang hari menjadi begitu mudah dipenuhi. Disinilah inti dari kaidah desain bangunan di iklim tropis.

Pencahayaan fungsional bagi setiap ruang yang mewadahi aktivitas pengguna bisa dicapai dengan menghadirkan bukaan-bukaan seperti kisi, kisi, skylight, pintu dan jendela kaca. Potensi eksplorasi cahaya alami dari matahari ini dikenali potensinya untuk menghadirkan sentuhan artistik dan detail-detail unik dalam desain yang memperkaya nuansa ruang.

Pemilihan semen ekspos sebagai ekspresi para bidang dinding pembentuk ruang merupakan media terbaik dalam eksplorasi artistik yang mempertemukan dinding semen dan pola bayangan-cahaya. Pemanfaatan segala jenis tekstur dan pengolahan dinding semen ekspos pada akhirnya akan diuntungkan oleh terciptanya efek visual yang impresif ini.

Dinding semen ekspos yang panjang dan flat akan mengalami transformasi tampilan visual dari efek kontrasnya pola pantulan cahaya dan bayangan. Dengan memanfaatkan potensi arstistik ini, desain bisa menjadi lebih sederhana dan simpel tanpa kehilangan  kemewahan akan performa visual yang artistik dan berkarakter.

Menghadirkan bias-bias cahaya pada dinding semen ekspos menjadi satu cara jitu untuk semakin menambah nilai plus dari ekspresi material ini. tanpa harus menggunakan banyak jenis material atau beragam komposisi tekstur dan warna, desain rumah tropis yang memanfaatkan semen ekspos tetap memiliki  greget  dan karisma.

Dinding semen ekspos yang awalnya terlihat polos bisa berubah menjadi dinamis dan ekspresif ketika perubahan posisi matahari dan cuaca merubah karakter cahaya matahari. Perubahan karakter di pagi dan sore ini menghasilkan bayangan pada dinding semen yang bergerak, berubah, meredup dan terkadang menguat. Disinilah ruang merasakan perubahan sensasi.

Menangkap semua efek dari fenomena alami ini hanya membutuhkan bidang dinding semen ekspos yang siap menangkap bias cahaya dan bayangan. Permukaan semen pun menjadi lebih atraktif dengan pola bayangan yang berubah sejalan dengan waktu. (SUN)


FRESH LOOK : KOMBINASI SEMEN EKSPOS DENGAN TANAMAN 

Foto: Martin (kiri) & Rumah Arsitek Wiyoga Nurdiansyah (kanan)

Foto: Martin (kiri) & Rumah Arsitek Wiyoga Nurdiansyah (kanan)

Author: Dyah Sunthy Satiti Wikan (Writer & Reporter - Laras Magazine)

INTRO : Menciptakan tampilah visual yang fresh dalam desain rumah adalah salah satu langkah mewujudkan rumah ideal.

Setiap orang memiliki criteria yang beragam mengenai rumah idealnya, tetapi semua criteria tersebut bertujuan menghadirkan kesejukan, kenyamanan, dan perlindungan bagi pemilik rumah. Perasaan itulah yang lebih dikenal dengan feeling at home, sekaligus menjadi acuan bagi setiap individu beradaptasi dan mengenali kondisi ideal yang sesuai dengan karakternya.

FRESH LOOK. Manusia modern yang selalu disibukkan dengan aktivitas seharian dan kondisi lingkungan yang penuh polusi membutuhkan rumah sebagai tempat bersantai untuk menyegarkan tubuh dan pikiran. Desain kemudian dituntut untuk menghasilkan tampilan yang fresh dengan suasana yang lebih santai.

Disinilah dinding semen kembali menunjukkan potensinya. Warna abu-abu dan ekspresi raw yang terlihat netral ternyata mampu menjadi salah satu komponen desain yang menciptakan tampilan fresh. Baik di interior maupun di eksterior, kehadiran dinding semen menguatkan kesan fresh yang didapatkan dari kehadiran tanaman. Bentuk-bentuk daun dan warna kehijauan yang beragam ternyata menjadi semakin menonjol dan kuat bila diletakkan di depan dinding semen ekspos.

Menciptakan tampilan fresh pada setiap bagian rumah tidak hanya dengan memanfaatkan tanaman berdaun hijau saja. Tanaman dengan beragam warna lainnya merah, kuning, atau mix dan tanaman berbunga juga mampu menciptakan sebuah ekspresi visual yang unik ketika dikombinasikan dengan permukaan semen ekspos.

Dengan menghadirkan dinding semen ekspos, tampilan desain yang fresh begitu mudah diwujudkan. Karakter semen yang fleksibel menjadikan material ini mampu menyesuaikan tuntutan desain. Dengan formula kombinasi dinding semen dan tanaman, desain tetap memiliki ruang untuk menghadirkan impresi feminine atau maskulin. Dalam hal ini, pemilihan jenis tekstur dinding semen, jenis tanaman, dan bentuk-bentuk yang membentuk desain tersebut menjadi aspek penentu.

MENGAPA SEMEN EKSPOS. Menghasilkan kesan fresh look memang bisa dilakukan dengan mengaplikasikan beragam jenis material. Namun, semen memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan material lain. Salah satunya adalah fleksibilitas material semen yang membuat segala aplikasi menjadi begitu praktis dan mudah. Kesan netral yang didapatkan oleh semen ekspos sekaligus juga mengadopsi ekspresi alam, sehingga ketika dipertemukan dengan hijau daun pepohonan, nuansa alam inilah yang menghasilkan sensasi fresh.

Di sisi lain, semen ekspos terbukti sangat ekonomis. Dengan harga yang tidak mahal, permukaan semen ekspos memiliki banyak potensi. Oleh karena itu, memilih semen ekspos menjadi ekspresi material dalam desain adalah pilihan yang bijak. Keunggulan lain terletak pada kemampuan semen ekspos untuk tampil elegan dan atraktif dalam komposisi desain. Tampilah fresh yang dihasilkan juga tidak bisa dicapai oleh material yang jauh lebih mahal.

Dengan desain yang menampilkan ekspresi fresh di ruang-ruangnya, rumah ideal bisa diwujudkan dan mampu memberikan sensasi feeling at home yang diharapkan. Semuanya menjadi praktis dan mudah sehingga kenyamanan ideal pun bukan menjadi impian yang sulit diwujudkan. Memanfaatkan semen ekspos dan mengombinasikannya dengan beragam warna tanaman adalah formula untuk menghasilkan kualitas visual yang nyaman. Menghadirkan fresh look menjadi sangat mudah dan praktis. (SUN)


MENDEKORASI DINDING SEMEN 

Foto: Buku Wall to the Wall by Linda Barker (kiri) & Photo by Bambang Purwanto (kanan)

Foto: Buku Wall to the Wall by Linda Barker (kiri) & Photo by Bambang Purwanto (kanan)

Author: Dyah Sunthy Satiti Wikan (Writer & Reporter - Laras Magazine)

Dinding semen selalu meninggalkan kesan unfinished, tetapi mendekorasinya justru menghasilkan tampilan visual yang unik dan berkarakter.

Selama ini, dinding kita kenal harus memiliki lapisan finishing di atas permukaan semen. Namun, kreatifitas dan dorongan untuk mencari ekspresi material yang baru membawa semen menjadi elemen artistik dalam desain. Awalnya, dinding semen mungkin mendobrak kenyamanan kita karena tak terbiasa dengan warna abu-abu dan kesan raw (mentah). Justru disinilah letak kelebihan dinding semen.

POLOS JADI MEWAH. Warna abu-abu berkesan netral dan bisa dikombinasikan dengan warna apapun. Oleh karena itu, jangan meremehkan dinding semen polos yang memiliki potensial besar untuk menghasilkan tatanan interior yang unik dan bernilai artistik tinggi. Dinding semen selalu menonjolkan apapun yang diletakkan di depannya. Ekspresi material ini menjadi sangat ekonomis karena dengan sedikit usaha untuk mendekorasinya, dinding semen berubah menjadi ekspresi visual yang eksklusif dan mewah.

EKONOMIS DAN FLEKSIBEL. Aplikasinya tidak terbatas hanya pada tatanan interior rumah. Desain retail juga bisa memanfaatkan material ini sebagai pilihan bijak yang sangat ekonomis. Latar dinding semen mampu menonjolkan produk-produk yang didisplay. Material ini tidak hanya memiliki warna yang netral, tetapi juga bukan elemen desain yang bersifat trendy atau sementara.

Permukaan dinding yang tahan lama baik dari kekuatan material hingga pengaruh yang kuat pada desain memungkinkan desainer atau pemilik untuk merubah desain hanya dengan mengganti dekorasinya. Apakah itu nuansa bold dan maskulin, formal, feminin, atau fun dan colorful, semuanya bisa dicapai dengan mudah.

Tidak hanya terbatas pada nuansa atmosfer ruang, beragam impresi desain bisa juga dicapai. Desain minimalis, modern maksimalis, klasik, natural tradisional, atau vintage bisa dibentuk di ruangan yang berdinding semen. Inilah bukti bahwa dinding semen adalah pilihan desain yang sangat ekonomis, fleksibel, dan sustainable.

IDE. Mendekorasi material dinding ini pun bisa sangat sederhana. Dengan meletakkan sebuah kursi dan lukisan sudah merubah kesan visual dinding tersebut. Kolase dari potongan kertas kado juga bisa jadi ide unik yang fun dan dinamis. Ide dan kreatifitas bisa berkembang sangat luas dan banyak. Seperti bunglon, permukaan dinding semen mampu menyerap apapun yang dipilihkan dan menghasilkan tampilan desain mewah dan unik tanpa kehilangan keunggulannya yang ekonomis. (SUN)


FURNITURE DARI SEMEN

Foto: Meja Semen - Space for Silence by Alen Macweeney & Caro Ness

Foto: Meja Semen - Space for Silence by Alen Macweeney & Caro Ness

Author: Dyah Sunthy Satiti Wikan (Writer & Reporter - Laras Magazine)

Di antara begitu banyak desain furnitur dan beragam inovasi pemanfaatan material, semen muncul membawa sebuah wacana baru yang menarik. Furnitur dari semen memang bukan hal yang familiar seperti kayu atau besi. Bahan yang lebih dikenal untuk tembok atau lantai ini ternyata bisa dimanfaatkan menjadi furnitur dengan desain yang artistik dan elegan. Inspirasi ini membawa paradigma baru terhadap kegunaan material semen.

EKSTERIOR. Di ruang luar atau taman, banyak kita temui bangku-bangku semen dengan beragam bentuk dan ukuran. Pemanfaatan di ruang luar ini sangat memungkinkan karena material semen mampu memberikan ketahanan yang cukup baik terhadap perubahan cuaca dari terik matahari hingga hujan.

Berada di antara hijau dedaunan, material semen tampil menonjol dan menjadi menarik dengan beragam alternatif desain. Fleksibilitas ini ditunjukan semen dengan kemampuan mengikuti bentuk desain apapun. Fleksibilitas dan ketahanan (durability) ini menjadikan semen alternatif bijak untuk kebutuhan furnitur di ruang luar.

INTERIOR. Kreatifitas dan inovasi ikut berkembang ketika desain interior lebih terbuka menerima kehadiran material baru dalam tatanannya. Semen menjadi layak untuk hadir memperkaya nuansa ruang. Eksplorasi pun membawa semen tampil menjadi furnitur dengan beragam fungsi. Meja, kursi, bangku panjang, tempat tidur, bedside table, hingga ke kitchen dan bathroom cabinet menjadi media untuk mengekspos semen sebagai furnitur. Kesan raw tetap hadir dan menonjol ketika dikomposisikan dengan elemen interior lainnya.

PLUS POINT. Furnitur semen ini juga menjadi focus visual yang tampil dinamis di antara desain interior dengan style apapun. Dari bentuk geometris seperti kubus, silinder, bola, atau prisma, hingga desain furnitur penuh ornamen dan pengolahan bentuk mampu dihadirkan berkat fleksibilitas semen yang sangat mudah diolah. Konsekuensinya furnitur ini memiliki begitu banyak plus point. Selain secara visual yang menarik, artistik, elegan, dan juga berkesan trendi, biaya produksi furnitur ini juga sangat ekonomis.

Dengan perencanaan dan perancangan yang kreatif, setiap orang mampu untuk menciptakan furnitur yang sesuai dengan selera pribadi dan berfungsi dengan baik. Seperti bentuk simpel silinder yang dengan begitu mudah dibuat tetapi tampil begitu menarik dengan dihiasi vas bunga di atasnya. coffe table, nakash, atau fungsi lainnya bisa dihadirkan dengan beragam desain.

Kenyamanan bukan hanya berupa tampilan visual yang artistik dan trendi, tetapi secara ergonomik furnitur ini juga bisa dibentuk dengan penyesuaian dimensi pada detail-detailnya. Ide menarik sebuah bentuk sofa dari semen hanya perlu menambahkan bantal sofa dengan warna atraktif untuk menjadikannya sebuah furnitur bagi ruang santai di rumah.

PRAKTIS DAN TAHAN. Material semen sudah pasti memberikan banyak kemudahan kepada penggunanya. Furnitur ini membutuhkan perawatan yang jauh lebih simple dan tanpa perlakuan khusus. Ketahanan furnitur ini juga bias diandalkan. Tidak ada rayap atau hama yang mengganggu performa furnitur semen ini. Permukaan semen pun semakin lama menjadi semakin menarik dan kokoh. Penggunaan dan gesekan pada permukaan ternyata menghaluskan dan menguatkan karakter.. Oleh karena itu memilih semen untuk dibentuk menjadi furnitur justru sangat praktis dan menguntungkan.

PEDULI LINGKUNGAN. Di sisi lainFurnitur semen ini juga mencerminkan rasa peduli pada lingkungan. Furnitur yang selama ini banyak memanfaatkan kayu dari hutan paru-paru dunia bisa dikurangi. Furnitur semen ini pun akhirnya mampu menggantikan banyak furnitur yang selama ini selalu dibuat dari kayu. Begitu banyak kelebihan dan kemudahan yang bisa dirasakan jangka panjang dan pendek ketika memutuskan untuk membuat furnitur dari semen. Ketika hidup modern menjadi lebih praktis dan simple, furnitur juga harus menjadi lebih praktis, dan trendi. Namun, semua itu dicapai tanpa harus mengorbankan aspek desain, tampilan visual, dan biaya produksi yang ekonomis. untuk mengurangi penggunaan material kayu yang ditebang dari alam. Oleh karena itu, wacana semen menjadi furnitur punya banyak manfaat, yaitu praktis, peduli lingkungan, ekonomis, dan sekaligus juga trendi. (SUN)


MANFAATKAN WARNA DAN TEKSTUR SEMEN

Foto: The Residence Jl. Bangka VIII no. 9A

Foto: The Residence Jl. Bangka VIII no. 9A

Author: Dyah Sunthy Satiti Wikan (Writer & Reporter - Laras Magazine)

INTRO. Mengekspos semen memungkinkan desain hadir dalam beragam alternatif bercita rasa tinggi yang memanfaatkan warna semen dan variasi tekstur.

Dunia desain interior dan arsitektur tidak pernah terlepas dari idiom warna dan tekstur. Melalui kedua aspek tersebut, desainer atau arsitek berimajinasi dengan kreatif untuk memberikan kualitas desain yang sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan kenyamanan pengguna ruang.

IMPRESI. Kenyamanan pengguna ruang tidak hanya secara fisik melalui ruang dengan bentuk fisiknya, tetapi juga kenyamanan rasa yang muncul dari kesesuaian impresi desain dengan karakter pengguna ruang. Inilah bentuk interaksi intens antara bidang-bidang fisik ruang dan kegiatan pengguna ruang, sehingga warna dan tekstur menjadi bagian penting dalam desain yang selalu dipengaruhi oleh tren dan cita rasa.

Dahulu ekspos semen berkesan murah, tidak artistik, dan seakan belum selesai dibangun. Perubahan sudut pandang yang mempengaruhitren membawa sebuah kosakata baru dalam pemanfaatan semen dalam desain. Mengekspos semen bahkan berkesan unik, artistik, natural, dan sophisticated. Kreatifitas para desainer mengolah ekspos material ini berhasil merubah paradigma semen hanya sebagai bahan bangunan untuk kekuatan struktur bangunan.

Desain arsitektur atau interior yang memanfaatkan semen untuk diekspos memberikan kenyamanan pada biaya konstruksi. Membiarkan dinding semen tanpa sapuan cat atau material finishing lainnya berarti penghematan dana yang cukup signifikan. Penampilan permukaan semen yang netral menjadikan material ini cukup fleksibel diaplikasikan dalam beragam gaya desain. Memutuskan mengekspos semen menjadi keputusan bijak dengen kenyamanan yang optimal.

WARNA. Di pasaran terdapat semen dengan beragam warna. Jenis semen inilah yang biasanya digunakan untuk nat (isian) antar keramik. Sementara, istilah semen secara awam lebih mengarah pada semen portland yang butirannya berwarna abu-abu. Perbedaan warna yang mungkin muncul dalam aplikasi semen dipengaruhi oleh seberapa banyak kadar campurannya, semisal pasir dan air. Oleh karena itu, warna bukan indikasi kekuatan dari material semen.

Keunikan material semen ketika mengering adalah warnanya yang tidak merata. Warna dominan abu-abu menjadikan material ini tidak menyulitkan penggunaan warna tertentu dari furnitur atau pengisi ruang. Desain interior memanfaatkan warna semen untuk memberikan dinamika dalam atmosfer ruang. Ruang tidak dibiarkan terasa kosong, steril, dan membosankan, tetapi memiliki sentuhan kehidupan yang menjadikan ruang terasa lebih manusiawi dan lebih mendekati persepsi akan kenyamanan.

Sementara arsitektur memanfaatkan karakter warna ini untuk berinteraksi dengan warna-warna alam di lingkungan sekitar. Sebuah usaha untuk menciptakan nuansa keselarasan antara bangunan dan lingkungan sekitar. Kesan awal yang seakan bersifat industrial dan raw (mentah) berubah sejalan dengan waktu, ketika berinteraksi dengan iklim dan cuaca. Karakter warna semen pun menguat, elegan, dan lebih bercerita.

TEKSTUR. Selain warna, semen mampu menghasilkan beragam tekstur dari ekspresi tekstur yang sederhana tetapi unik hingga tekstur artistik dengan cita rasa yang tinggi. Masa ketika dinding di-aci agar menghasilkan permukaan yang halus dan rapi sudah tidak mutlak dilakukan. Saat ini dinding kasar sebelum di haluskan menjadi referensi untuk menghadirkan tekstur kasar tersebut sebagai hasil akhir. Dari sini tercipta beragam tekstur semen dengan memanfaatkan alat-alat praktis di sekeliling kita.

Eksplorasi desainer dan arsitek pada aplikasi tekstur dari semen ini memberikan kontribusi besar bagi kosakata desain. Tekstur bergaris-garis, goresan tak teratur, melingkar-lingkar, dan masih banyak lagi ekspresi tekstur yang bisa dibentuk dari semen. Tidak hanya berhenti pada penggunaan kuas, patahan triplek, sisir, atau tangan, tetapi beragam teknik aplikasi semen pada dinding berhasil menambah alternatif tekstur. Untuk desain yang lebih natural, desainer bahkan memanfaatkan daun, batu, atau telapak kaki untuk menguatkan nuansa tersebut.

Semua itu membutuhkan kreatifitas, keberanian, dan citarasa yang tinggi untuk memilih ekspresi warna dan tekstur yang proporsional dalam komposisi desain kompleks. Aplikasi tekstur semen ini juga tidak terbatas pada dinding saja, tetapi lantai, langit-langit, dan jalan setapak juga menjadi media yang memungkinkan untuk menghadirkan tekstur semen yang unik dan berkarakter.

Pemilihan material pendamping ekspos warna dan tekstur semen ini tentu saja memiliki peranan penting dalam keberhasilan desainer memberikan desain yang mendekati kenyamanan pengguna. Kenyamanan secara fisik, visual, dan rasa. Sementara itu tidak membutuhkan bidang yang luas untuk mendapatkan efek yang signifikan dari warna dan tekstur semen. sebagai aksentuasi, semen juga bisa menjadi fokus visual. Dalam hal ini perencanaan secara detail, komprehensif, dan proporsional diperlukan agar semen yang ditampilkan bisa memberikan impresi yang optimal dan well designed pada arsitektur atau interior. Dengan kreatifitas dan citarasa yang tinggi, mencari tektur semen yang baru sungguh tidak terbatas. (SUN)


PENGARUH EKSPOS SEMEN DALAM DESAIN

Ekspos Semen

Author: Dyah Sunthy Satiti Wikan (Writer & Reporter - Laras Magazine)

Saatnya semen hadir lebih ekspresif untuk memperkaya desain.

Memanfaatkan material semen dalam bangunan sudah menjadi keharusan. Sejalan dengan perubahan tren dan berkembangnya inovasi dalam desain, material ini mendapatkan perlakuan yang berbeda. Menyembunyikan kehadiran material semen di balik sapuan cat tembok, wallpaper, atau bilah-bilah kayu tidak lagi menjadi batasan sebuah desain memperlakukan semen. Kejenuhan desain telah mendorong desainer dan arsitek untuk lebih berani bereksperimen dengan mengekspos material dengan lebih jujur.

EKSPOS SEMEN. Nama-nama arsitek terkenal sudah memposisikan material ini menjadi bahasa desain yang artistik dan berkarakter. Le Corbusier dari era modernisme hingga seorang Romo Mangun, telah menghadirkan material semen sebagai salah satu elemen dari eksplorasi tektonika didalam desain mereka. Semen yang telah diolah menjadi beton juga menjadi bahasa desain yang telah banyak dimanfaatkan dalam desain masa kini. Arsitek Jepang Tadao Ando, hingga Yori Antar mempopulerkan bahasa material ini menjadi wacana baru untuk mencapai sebuah desain yang sophisticated (mewah-lux) tanpa harus memanfaatkan material yang serba mengkilat dan di-finishing sempurna.

Sebagai material yang layak tampil menjadi solusi artistik dalam desain, semen memiliki karakter yang fleksibel. Hal ini memudahkan desainer untuk membentuk, mencetak, menghadirkan beragam tekstur, serta memfungsikannya lebih dari sekedar pembentuk kolom-dinding dan perekat batubata. Karakter fleksibel ini yang juga memudahkan ekspresi semen untuk dikombinasikan dengan material industrial seperti stainless steel, kaca, dan granit serta material natural seperti kayu, bambu, dan batu alam.

EFEK VISUAL. Pengaruh ekspos semen dalam desain bisa langsung dirasakan secara visual. Semen yang tidak menghasilkan warna yang rata membawa impresi raw (mentah) dan bold (keras dan kuat) ketika diterapkan pada sebuah komposisi desain. Karakter warnanya yang bersifat netral juga bisa dimanfaatkan menjadi warna dominan yang menjadi background dari elemen tata interior. Bagi tampak bangunan, dinding semen ekspos bisa menguatkan garis-garis desain melalui komposisi kontras dengan material jendela, pintu, dan komposisi bentuk bangunan. Namun, kemampuan semen untuk hadir dalam beragam ekspresi tekstur juga bisa menjadi sebuah foreground. Sebuah sentuhan unfinished sebagai aksentuasi di antara ekspresi material lain.

Dalam desain formal atau desain yang bergaya minimalis, ekspos semen membawa sebuah jeda visual yang mengurangi kekakuan dan kesan monoton. Kemudian ketika semen dibiarkan hadir dengan kasar dengan karakter tekstur yang tidak berpola, maka keseluruhan komposisi desain yang bergaya minimalis, clean cut, dan geometris menjadi terasa lebih human (manusiawi). Jika dahulu orang menyukai dinding yang diaci dengan halus, saat ini semen telah diperlakukan lebih ekspresif sehingga banyak dinding yang kini hadir kasar tanpa acian. Selain unik, pengaruhnya pada keseluruhan desain sangat kuat sekaligus memberikan rasa lebih nyaman secara visual. Pertemuan komposisi dari unfinished dan finished material seperti Yin dan Yang dalam persepsi tektonika yang berimbang. (SUN)

Sabtu, 11 Januari 2014

Teknologi Beton

Teknologi Bahan Konstruksi Beton

Beton merupakan bahan konstruksi bangunan yang banyak digunakan karena bahan dasarnya mudah didapat dan relatif murah. Akhir-akhir ini teknologi beton mengalami perkembangan yang sangat pesat dimana inovasi-inovasi baru banyak dihasilkan baik dengan menambahkan bahan tambahan kimia ataupun pozolanik material dan juga komposisi dari campuran beton. Untuk mendalami teknologi beton dan perkembangannya, maka dalam bagian ini akan dipublikasikan tulisan dan juga perkembangan terbaru yang berhubungan dengan teknologi beton.

Pengenalan Bahan Konstruksi Beton


Beton adalah salah satu bahan konstruksi yang paling banyak digunakan di dunia. Ini disebabkan diantaranya karena:
  • bahan-bahan dasar pembuat beton seperti air, semen, pasir dan agregat kasar mudah didapat
  • beton itu relatif awet atau tahan lama (durable)
  • beton mudah dibentuk ke berbagai bentuk yang diinginkan
Seperti telah disinggung diatas, beton dibuat dengan mencampurkan:
  • Air
  • Semen
  • Agregat halus (pasir)
  • Agregat kasar
  • Bahan campuran tambahan jika diperlukan
Bahan-bahan dasar beton dengan proporsi tertentu yang dihasilkan dari perencanaan campuran dicampur dengan mengikuti prosedur pencampuran yang dijabarkan di buku peraturan beton. Proporsi campuran beton biasanya dibuat dengan mempertimbangkan hal-hal berikut:
  • kemudahan dalam pelaksanaan seperti transportasi, pengecoran dan pemadatan
  • waktu yang diperlukan sebelum beton mengeras (setting time)
  • kekuatan dan ketahanan dari beton
Perbedaan komposisi dari setiap bahan dasar beton akan memperngaruhi properti-properti beton yang dihasilkan, seperti:
  • kemudahan pengerjaan
  • kesatuan
  • kekuatan
  • ketahanan atau keawetan
 Sebelum kita membahas tentang properti-properti beton, ada baiknya kita bahas dulu setiap bahan dasar yang akan kita gunakan untuk membuat beton. Ini akan membantu kita untuk lebih mengerti perilaku dari beton.
 Semen adalah bubuk halus yang jika dicampur dengan air akan menhasilkan adukan semen. Adukan semen ini berfungsi untuk mengikat dan menahan bersama agregat-agregat di dalam campuran. Ada beberapa jenis semen yang kita kenal, yaitu:
  • Semen portland
  • Semen blended hidrolis
  • Semen hidrolis expansif
Dari berbagai jenis semen diatas, semen portland adalah semen yang pada umumnya digunakan pada pelaksanaan konstruksi. Adapun semen lainnya hanya digunakan untuk bangunan atau kondisi tertentu saja. Disini kita hanya akan membahas semen portland.
Semen portland dibagi lagi menjadi beberapa tipe:
  • Semen portland tipe I: Semen portland biasa ( ASTM C 150-95a & SNI 15-2049-1994 & BS 12 :1989)
  • Semen portland tipe II: Semen tahan sulfat yang menengah ( ASTM C 150-95a & SNI 15-2049-1994 & BS 1370 :1974)
  • Semen portland tipe III: Semen dengan kekuatan awal yang tinggi ( ASTM C 150-95a & SNI 15-2049-1994 & BS 12 :1989 )
  • Semen portland tipe IV: Semen dengan panas hidrasi yang rendah ( ASTM C 150-95a & SNI 15-2049-1994 )
  • Semen portland tipe V: Semen tahan sulfat yang tinggi ( ASTM C 150-95a & SNI 15-2049-1994 & BS 4027 :1980)
Semen portland tipe I adalah semen yang umum digunakan untuk berbagai jenis penggunaan dimana properti-properti tertentu seperti yang diberikan oleh tipe-tipe yang lain tidak diperlukan.
Semen portland tipe II digunakan jika perlindungan terhadap pengaruh sulfat pada level yang moderat diperlukan. Biasanya struktur-struktur drainase terekspos terhadap keberadaan sulfat pada level moderat.  
Semen portland tipe III memberikan kekuatan awal yang tinggi. Hal ini berguna jika kita ingin membongkar bekesting lebih cepat atau beton ingin segera dibebankan atau difungsikan.
Semen portland tipe IV menghasil panas hidrasi yang rendah.
Semen portland tipe V digunakan untuk mengatasi penggunaan beton  di konstruksi yang terekspos terhadap sulfat dalam kandungan tinggi (tanah atau air tanah). 
Berdasarkan uraian diatas, jelas setiap jenis semen portland akan menghasilkan properti yang berbeda.
Karena semen portland akan bereaksi jika bercampur dengan air atau kelembaban, maka penyimpanan semen portland perlu diberikan perhatian khusus. Semen sebaiknya tidak disimpan diatas permukaan tanah. Tempat penyimpanan juga sebaiknya mempunyai pengudaraan yang baik, bersih dan kering.
Agregat dibagi menjadi dua bagian, agregate halus dan kasar.
  • Agregat halus atau pasir
  • Agregat kasar termasuk batu pecah dan kerikil
Beberapa karakteristik dari agregat yang perlu diperhatikan adalah:
  • Kekuatan dan kekerasan, agregat-agregat yang mempunyai kekuatan dan kekerasan yang lebih tinggi akan menghasil beton dengan kekuatan yang lebih tinggi juga.
  • Ketahanan dalam jika mengalami gerusan dan kelapukan
  • Secara kimia tidak reaktif sehingga tidak akan beraksi dengan larutan semen
  • Bersih sehingga rekatan antara agregat-agregat dengan adukan semen tidak terganggu
  • Bergradasi, agregat-agregate sebaiknya mempunyai ukuran yang bervariasi sehingga mereka akan bisa bersatu dengan baik. Sebagai hasilnya, beton yang dihasilkan akan lebih padat dan kuat.
  • Bentuk agregat, agregat yang bundar akan menhasilkan campuran yang mudah dikerjakan sedangkan agregat yang berbentuk tajam akan sukar untuk dicor, dikerjakan/diratakan dan dipadatkan akan tetapi menghasilkan beton yang lebih kuat.
Agregat-agregat sebaiknya disimpan ditempat yang bersih, terpisah dari bahan konstruksi yang lain dan kering. Jika tempat penyimpanan basah, maka jumlah air yang diperlukan untuk campuran perlu dikoreksi.
Air adalah bagian vital dari campuran beton karena air diperlukan untuk hidrasi semen yang akan menghasilkan adukan semen yang akan mengeras seperti batu. Adukan semen ini yang ketika keras akan mengikat agregat-agregat menjadi satu kesatuan yang padu. Karena peranannya ini, air harus bersih dari kontaminasi kotoran, unsur-unsur kimia dan sampah yang munkin akan mempengaruhi beton. Untuk itu, air harus dicek kebersihannya sebelum dipakai. Patokannya, kalau air itu aman diminum, maka air itu juga bisa digunakan di campuran beton.
Bahan tambahan biasanya diperlukan jika kita ingin mengubah properti dari beton yang dihasilkan, baik pada keadaan cair atau setelah keras seperti misalnya untuk menambah kemudahan pengerjaan dari suatu campuran beton.

Keuntungan bahan bangunan beton


Beton dibanding bahan bangunan yang lain mempunyai beberapa keuntungan, diantarannya:
  • Mudah dibentuk sesuai dengan keinginan
  • Tahan lama dan memerlukan sedikit perawatan, jadi lebih ekonomis
  • Mempunyai daya tahan yang bagus terhadap karat dan tidak mudah lapuk
  • Tidak mudah terbakar
  • Ketahanan terhadap angin yang berkecapatan tinggi (kencang)
  • Tidak dimakan serangga atau rayap
Ini adalah beberapa alasan yang dapat dipertimbangkan apabila anda hendak memilih beton sebagai bahan bangunan.

Selasa, 21 Januari 2014

Daftar Harga Semen Terbaru

Bahan Bangunan Terbaru , Semen adalah bahan atau material bangunan yang terpenting dalam suatu proyek pembangunan. Semen mempunyai peranan penting yaitu sebagai bahan pengikat kerikil dan pasir agar menjadi campuran yang diharapkan.

Berikut ini adalah informasi Daftar Harga Semen Terbaru mulai dari Semen TIGA RODA, Semen HOLCIM, Semen PADANG dan Semen GRESIK dan Semen Instan - Mortar Utama :

1. Semen Tiga Roda

harga semen tiga roda

Nama Produk Jenis Harga
Semen Tiga Roda 50kg PC Rp. 63.000,-
Semen Tiga Roda 40kg Portland Cement Rp. 52.000,-

2. Semen Holcim

harga semen holcim

Nama Produk Jenis Harga
Semen Holcim 50kg PC Rp. 62.000,-
Semen Holcim 40kg Portland Cement Rp. 51.000,-

3. Semen Gresik

harga semen gresik

Nama Produk Jenis Harga
Semen Gresik 50kg PC Rp. 61.000,-
Semen Gresik 40kg Portland Cement Rp. 50.000,-

4. Semen Padang

harga semen padang

Nama Produk Jenis Harga
Semen Padang 50kg PC Rp. 60.000,-
Semen Padang 40kg Portland Cement Rp. 49.000,-

5. Semen Putih Tiga Roda

Harga semen putih tiga roda

Nama Produk Jenis Harga
Semen Putih Tiga Roda Semen Putih Rp. 80.000,-

Daftar Harga Semen Instan - Mortar Utama (MU)

harga semen instan mortar utama

Spesifikasi BarangsatuanHarga (Rp.)
MU-100 Plester Premium40 kg60.000,-
MU-200 Acian Plester & Beton5 kg21.500,-
MU-200 Acian Plester & Beton40 kg158.500,-
MU-260 Acian Profil25 kg190.500,-
MU-270 Acian Putih25 kg156.000,-
MU-300 Pasangan Bata40 kg50.500,-
MU-301 Pas Bata & Plester10 kg21.000,-
MU-301 Pas Bata & Plester40 kg57.500,-
MU-380 Perekat Bata Ringan5 kg21.000,-
MU-380 Perekat Bata Ringan40 kg150.000,-
MU-400 Perekat Keramik Dinding5 kg35.000,-
MU-410 Self Leveling Floor25 kg255.000,-
MU-440 Perata Lantai40 kg55.000,-
MU-445 Perata Lantai Premium40 kg105.000,-
MU-450 Perekat Keramik Lantai5 kg33.500,-
MU-450 Perekat Keramik Lantai40 kg205.000,-
MU-460 Perekat Keramik Daerah Basah25 kg438.500,-
MU-470 White Tile Addesive25 kg385.000,-
MU-480 Perekat Keramik diatas Keramik5 kg75.500,-
MU-L500 Perekat Mortar & Beton2 kg205.500,-
MU-600 Pelapis Kedap Air3 kg115.000,-
MU-600 Pelapis Kedap Air30 kg1.080.500,-
MU-700 Floor Hardener25 kg140.500,-
MU-800 Non-Shrink Grout40 kg157.000,-
MU-830 Perbaikan Permukaan Beton40 kg263.000,-
MU-840 Finish Coat Repair25 kg325.000,-

Ingat ! Harga semen di masing-masing daerah itu berbeda-beda tergantung dari penjualnya,tetapi tidak beda jauh dari daftar harga diatas. Jika ada kesalahan mohon dimaklumi.

Senin, 19 April 2010

Bosan dengan pada Warna Abu-abu Semen? Pakai Produk Instan Berwarna!

Peran dan Fungsi Material Semakin Kaya


Tahukah Anda, produsen bahan bangunan sekarang sudah makin inovatif melengkapi produknya? Ya, seiring dengan makin meningkatnya kesadaran masyarakat awam akan dunia arsitektur dan interior, beragam ide baru pun merambah masuk ke Indonesia. Jika dahulu material bangunan digunakan sebatas fungsinya semata, maka kini peran dan fungsi material bangunan makin kaya karena dapat diaplikasikan untuk berbagai macam fungsi.

Semen, contohnya. Dahulu, semen hanya berfungsi sebagai perekat antar bata atau batu yang tercipta sebagai bahan perekat pengganti putih telur. Dalam perkembangannya, semen kemudian dimanfaatkan pula sebagai material pembentuk batas bidang, yaitu untuk menutup permukaan dinding batu bata agar tampak lebih mulus. Semen dipakai pula sebagai lapisan perekat antara penutup lantai. Lantai keramik, misalnya, permukaan tanah yang sudah siap harus dibalur dengan semen dahulu sebelum bisa ditutup dengan keramik. Dalam perkembangan selanjutnya, dari dinding batu bata yang sudah ditutup dengan semen itu, manusia mulai memikirkan bagaimana cara untuk membuat tampilan dinding semen tersebut makin menarik. Akhirnya, melapisi permukaan bidang dinding semen dengan cat pun menjadi pilihan yang dirasa paling praktis dan efektif.
Abu-abunya Semen Ekspos

Lantas, ketika tren ekspos semen kian popular dan digemari, tampilannya yang melulu didominasi warna abu-abu lama kelamaan mulai menimbulkan dilema. Muncul lagi masalah baru yakni kebosanan akan warna abu-abu dari ekspos semen. Memberi warna bagi dinding ekspos semen memang bisa dilakukan dengan mengecatnya namun ada yang berpendapat bahwa konsep alami yang ingin ditonjolkan dari penggunaan semen ekspos dengan menambahkan cat yang punya kandungan kimia justru akan merusak keseluruhan konsep tersebut.

Lalu, bagaimana solusinya? Potensi ini kemudian dipandang sebagai sebuah celah oleh para produsen material bangunan. Mereka pun berlomba-lomba memberi solusi yang inovatif.

Solusi yang kemudian hadir adalah dengan diciptakannya produk semen dan nat instan berwarna. Ya, berwarna! Warna-warna yang ditawarkan pada awalnya memang tidak terlalu banyak dan cenderung merupakan warna monokromatik, berkisar pada warna putih, hitam, biru, cokelat. Namun lambat laun, perkembangan teknologi bahan memungkinkan hadirnya bentuk produk tersebut dengan ragam warna yang makin bervariasi. Kini, produk semen instan yang semula pilihan warnanya hanya sedikit malah sudah dapat kita temui dalam berbagai warna.
Warnai Dinding Ekspos Semen dengan Semen Berwarna!

Mewarnai dinding ekspos semen dengan semen instan berwarna punya teknik yang sedikit berbeda dari dengan mengecat dinding. Anda hanya perlu memberi sentuhan warna pada proses akhir finishing acian dinding semen ekspos. Pengaplikasiannya serupa dengan pengaplikasian plamir pada permukaan dinding. Cukup poles campuran semen instan yang sudah dicampur cairan dengan perbandingan 1:3 (100 ml air untuk 2-3 genggam semen instan berwarna) di beberapa spot saja secara acak. Tak usah memoles seluruh permukaan bidang ekspos semen dengan semen berwarna tersebut. Oh ya, hal penting untuk dijaga adalah kekentalan campuran semen instan. Jaga agar campuran semen tidak terlalu menggumpal. Penggumpalan akan mengakibatkan lapisan permukaan semen berwarna terlalu berat dan malah jadi tak seimbang dengan kekentalan permukaan bidang semen ekspos.

Atau, jika ingin membuat pola warna tertentu di atas bidang semen ekspos, Anda dapat membuat terlebih dahulu pola yang diinginkan. Lalu, isi pola tersebut dengan semen berwarna dalam warna yang Anda inginkan. Cara ini kurang lebih sama seperti saat kita tengah mewarnai pola tertentu dengan spidol warna atau krayon.
Bataton, bisa di-‘warnai’ Juga?

Bataton atau bata beton merupakan produk inovasi yang memiliki tampilan layaknya batu bata konvensional dengan dimensi ukuran lebih besar dan terbuat dari beton yang lebih kuat dan kokoh dibanding bata biasa

Sayangnya, bataton hanya memiliki 1 tampilan warna, yakni abu-abu muda. Anda yang suka dengan tampilan bidang yang sedikit berwarna mungkin akan mencoba mencari cara agar tampilan bataton dapat lebih menarik.

Tak perlu risau akan hal itu! Saat ini produk nat instan sudah dibuat berwarna dalam ragam pilihan gradasi warna yang cukup banyak sehingga dapat disesuikan dengan pilihan warna keramik. Berhubung yang ingin kita beri aksen warna adalah bataton yang warnanya abu-abu, maka sebaiknya pilih dengan cermat warna nat yang ingin Anda pakai. Memakai warna yang kontras boleh-boleh saja asal tidak berlebihan. Jika Anda tidak terlalu suka mencoba-coba, pilihan warna-warna pastel monokrom mungkin bisa jadi pertimbangan utama. Misalnya, bataton dengan nat berwarna hitam akan menciptakan kesan ruang yang natural meski ada warna hitam yang menyembul di balik tumpukan bataton abu-abu itu. Yang penting, selalu sesuaikan citra yang ingin ditonjolkan dengan kombinasi warna yang Anda padukan.

Ubah Kendala Jadi Trik yang Memperkaya Tampilan!

Trend Dinding Semen Ekspos
Lokasi: Komunitas Salihara, Pasar Minggu-Jakarta Selatan

Lokasi: Komunitas Salihara, Pasar Minggu-Jakarta Selatan



Dahulu, tren yang berkembang dalam masyarakat memaksa bangunan harus tampil dengan polesan sehalus dan sesempurna mungkin. Tampilan dinding batu bata tak cukup hanya ditutup dengan acian semen semata. Setelah acian semen kering dan tampak halus sempurna, permukaan dinding yang sudah halus itu masih butuh dipoles lagi dengan cat beraneka warna sesuai selera pemilik hunian.

Belakangan, kecenderungan tersebut sedikit bergeser. Masyarakat yang tadinya tidak terlalu menyukai tampilan material yang diekspos secara lugas dan apa adanya, sedikit demi sedikit mulai berubah. Edukasi serta publikasi yang gencar dari para arsitek tentang keindahan tampilan material ekspos yang jujur dan apa adanya itu merupakan alasan utamanya. Maka, tak perlu kaget bila saat ini tampilan bangunan rumah yang mengusung konsep ekspos material makin mudah ditemui.

Ekspos dinding semen adalah contoh ekspos material yang paling digemari. Dari sudut pandang arsitek sebagai perancang bangunan, ekspos semen memiliki nilai estetis dan ekonomis yang cukup tinggi. Dengan membuat dinding ekspos semen, tampilan bangunan jadi tampak berbeda dengan bangunan kebanyakan, dan ini jadi nilai tambah bagi kredibilitas sang arsitek. Secara ekonomis, mengekspos semen tanpa finishing apa-apa akan membuat pengeluaran selama proses konstruksi jadi jauh berkurang. Biaya membeli cat dan ongkos kerja tukang dapat dipangkas. Secara langsung, proses konstruksi juga akan menjadi lebih cepat selesai dibanding jika harus menunggu sampai dinding selesai dicat semua.

Dari sudut pandang pengguna dan pemilik bangunan, ekspos semen pada dinding merupakan cara untuk mengurangi kandungan racun zat kimia yang beredar di dalam rumah. Cat dinding yang dipakai merupakan kategori material yang mengandung racun cukup besar dalam sebuah bangunan. Anda yang memiliki bayi dan anak-anak ada baiknya mengurangi penggunaan cat dalam bangunan. Penghematan yang terjadi dari ketiadaan cat dalam proses membangun juga merupakan hal yang signifikan untuk menekan biaya konstruksi.
Sulap Retak Rambut Jadi Aksen Dinding

Ada hal yang wajib diingat di balik segala keuntungan dan kelebihan penggunaan ekspos semen pada dinding. Anda paling tidak harus siap menghadapi retak rambut yang kerap terjadi pada masa-masa tertentu setelah dinding ekspos semen selesai dibuat. Retak rambut pada dinding ekspos semen biasanya terjadi karena pada awal pengeringan adukan plaster atau acian yang disebabkan oleh hilangnya kandungan air pada adukan tersebut secara cepat, misalkan karena air pada adukan terserap bata yang kering atau hilang kandungan air akibat terkena sinar matahari atau angin yg kencang. Untuk menghindarinya, sebaiknya permukaan bata atau material yang akan diplaster aci, dibuat lembab terlebih dahulu dengan membasahi dengan air agar tidak menarik air dalam adukan plaster/acian, dan harus dilindungi dari terik matahari.

Tanda-tanda semen ekspos mengalami retak rambut biasanya diawali dengan timbulnya guratan halus pada permukaan bidang. Anda tak boleh membiarkan hal ini terlalu lama karena guratan tersebut akan melebar dan menjadi rekahan besar yang berpotensi menjadi lubang.

Lantas, apa solusi praktis yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi masalah ini? Biasanya, para tukang bangunan konvensional selalu menyarankan untuk menutup permukaan yang bergurat itu dengan plamir. Plamir adalah material yang dikenal dalam proses konstruksi untuk membuat permukaan bidang tampak halus dan bersih serta biasa juga dipakai sebagai alas permukaan bidang sebelum ditutup dengan cat yang merupakan finishing akhirnya.

Untuk retak rambut yang terjadi pada semen ekspos, plamir adalah solusi yang paling jitu. Biasanya, plamir berwarna putih dan bila dipoles pada guratan retak rambut akan menciptakan garis-garis yang cukup mengganggu permukaan dinding. Agar pulasan plamir tak merusak tampilan dinding, saat ini sudah tersedia pilihan plamir berwarna. Jika tak ingin pulasan plamir tampak kontras dengan warna abu-abu semen, artinya Anda harus memakai plamir berwarna abu-abu yang senada dengan warna semen. Namun, jika Anda termasuk golongan orang yang senang dengan tampilan kontras, pakai plamir yang warnanya berbeda dengan warna dinding ekspos semen.

Anda bisa memilih plamir dalam beraneka pilihan warna di supermarket bangunan terdekat langganan Anda. Biasanya, plamir dijual dalam kemasan kantong plastik beraneka ukuran.

Masalah utama ini justru merupakan celah yang dapat dimanfaatkan sebagai ajang bagi Anda untuk mengolah kreativitas dan inovasi. Coba saja bayangkan, tampilan guratan-guratan pada dinding ekspos semen yang diberi plamir berwarna justru menjadi sebuah aksentuasi menarik pada dinding yang tak dicat itu. Anda dapat membuat dinding ekspos semen kian berwarna sekaligus menjawab masalah utama semen ekspos.
Back To Nature dengan Jamur
Dinding ekspos semen yang terpapar sinar matahari rentan terkena jamur dan lumut yang menghasilkan perubahan warna. Perubahan warna menimbulkan corak-corak organik yang unik dan khas, juga kesan yang menyatu dengan lingkungan.

Dinding ekspos semen yang terpapar sinar matahari rentan terkena jamur dan lumut yang menghasilkan perubahan warna. Perubahan warna menimbulkan corak-corak organik yang unik dan khas, juga kesan yang menyatu dengan lingkungan.

Jika retak rambut adalah masalah utama semen ekspos, maka jamur merupakan masalah kedua yang mengintai. Tak beda dengan dinding yang dicat, dinding ekspos semen pun rentan ditumbuhi jamur, apalagi jika kadar kelembapan dinding ini cukup tinggi. Memang, usia semen ekspos hanya bertahan hingga 3 tahun. Lewat dari itu, berbagai masalah—termasuk jamur—akan silih berganti hadir.

Para ahli konstruksi bangunan sudah memiliki solusi untuk masalah ini, yakni dengan melapisi dinding ekspos semen menggunakan produk antijamur yang membuat jamur enggan hidup. Memakai produk smeen yang bersilika tinggi juga bagian dari solusi yang dapat ditempuh.

Namun, pernahkah Anda berpikir, kenapa tak membiarkan saja keberadaan jamur di dinding itu? Jamur yang dibiarkan menempel di dinding ekspos semen justru akan memperkuat kesan natural yang sejalan dengan semangat ekspos material. Warna dinding ekspos semen akan tampak kusam berkat keberadaan jamur. Dan tampilan kusam tersebut punya nilai estetis yang tinggi karena sukar diwujudkan dengan teknik konstruksi.

Kecantikan interior bangunan tak melulu soal resik, bagus dan rapi semata. Berkembangnya kesadaran desain yang tinggi membuat masyarakat awam cukup mudah menerima pergeseran tren dan teknik konstruksi. Menjadikan kendala yang ada di semen ekspos sebagai alternatif cara memperkaya tampilan interior bangunan merupakan trik yang perlu ditiru. Semangat back to nature tercapai, unsur keindahan visual juga tetap terpenuhi.

Rabu, 15 Januari 2014

Serba - Serbi Beton Readymix (Readymix Concrete)

Sekilas Tentang Beton


DSCI0029


Apa Itu Beton?

Dalam konstruksi, beton adalah sebuah bahan bangunan komposit yang terbuat dari kombinasi agregat dan pengikat semen. Bentuk paling umum dari beton adalah beton semen Portland yang terdiri dari agregat mineral. Nama lama beton adalah batu cair.
Ingredient Propotions
Coarse Aggregate            : 43%
Sand                                : 34%
Cement + Water               : 23%

Apa Itu Agregat?
Agregat dapat dibagi dalam dua kelompok, yaitu agregat alami dan agregat buatan. 

1. Agregat Alami
Merupakan jenis agregat yang terbentuk secara alami oleh alam. Agregat alami dapat diklasifikasikan menurut sejarah terbentuknya peristiwa geologi, yaitu agregat beku, agregat sedimen, dan agregat metamorf. Contohnya: pasir alam (pasir sungai, pasir galian, pasir pantai), kerikil alami, pumise/batu apung. 
2. Agregat Buatan
Merupakan jenis agregat yang dibuat oleh manusia. Agregat mulai dibuat oleh manusia oleh karena lokasi mendapatkan agregat alami sangat jauh/jarang atau mungkin juga karena kualitasnya yang lebih baik dari agregat alami. Agregat buatan dapat berupa: batu pecah, pecahan bata/genteng, tanah liat bakar, expanded shale, fly-ash, terak dingin, dsb.
Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih agregat:
  • Ukuran (diameter)
  • Permukaan
  • Kebersihan
  • Berat jenis
  • Bentuk
  • Kandungan air
  • Ketahanan aus
  • Tingkat kekerasan, dsb

Apa Itu Semen?

Semen merupakan suatu bahan utama penyusun beton yang bereaksi dengan air membentuk pasta semen. Pasta semen inilah yang mengikat agregat-agregat kasar dan halus menjadi satu kesatuan yang kompak. Semen yang paling umum digunakan adalah semen portland. Biasanya dipercayai bahwa beton mengering setelah pencampuran dan perletakan. Sebenarnya beton tidak menjadi padat karena air menguap, tetapi karena semen berhidrasi. Proses hidrasi ini sendiri berlangsung dari arah luar menuju ke dalam.
Apa Fungsi Air?
Air juga merupakan salah satu bahan penyusun dalam pembuatan beton. Air diperlukan untuk membentuk pasta (bereaksi dengan semen) dan menjadi bahan pelumas antara butir-butir agregat agar dapat mudah dikerjakan dalam proses pengadukan, penuangan, maupun pemadatan. Secara umum air yang digunakan adalah air bersih yang bebas dari kotoran, bebas dari air laut, bebas dari gula. Untuk bereaksi dengan semen, air yang dibutuhkan hanya sekitar 25-30% dari berat semen, namun pada prakteknya bila nilai fas yang didapat kurang dari 0,35 adukan akan sulit dikerjakan. Oleh karena itu, biasanya diambil nilai fas lebih dari 0,40 yang berarti kelebihan air digunakan sebagai pelumas agar adukan beton mudah dikerjakan. Akan tetapi perlu dicatat bahwa jumlah air yang terlalu banyak dapat menyebabkan kekuatan beton menjadi rendah.
Bahan Tambahan
Bahan tambahan dapat berupa bubuk ataupun cairan yang ditambahkan ke dalam campuran adukan beton selama pengadukan dengan tujuan untuk mengubah sifat adukan atau betonnya.
Pengolahan Beton
Pengolahan beton ialah proses pembuatan beton dari pencampuran/pengadukan bahan-bahan beton, pengangkutan adukan, penuangan adukan, pemadatan adukan, perataan adukan, dan perawatan selama pengerasan. Pengadukan secara umum dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu: pengadukan manual dengan menggunakan tangan maupun pengadukan dengan mesin. Cara pengangkutan adukan beton akan tergantung pada jumlah adukan yang dibuat dan keadaan tempat penuangan. Pemadatan adukan beton dilakukan dengan tujuan untuk memperkecil pori-pori yang ada di dalam beton. Sedangkan tahap terakhir yaitu perawatan beton dilakukan dengan menjaga agar permukaan beton selalu lembab.
Pekerjaan Beton
Pekerjaan beton di lapangan secara garis besar dapat dibagi menjadi beberapa elemen, yaitu:
  1. acuan beton, dihitung dalam meter persegi luas permukaan
  2. perancah acuan, dihitung dalam meter persegi luas permukaan yang ditopang
  3. baja tulangan, dihitung dalam berat baja tulangan terpasang
  4. pekerjaan beton, dihitung dalam meter kubik volume beton jadi

Pekerjaan Acuan Beton dan Perancahnya

Acuan beton dan perancah merupakan pekerjaan penting dan strategis karena akan menentukan posisi, alinyemen, ukuran dan bentuk beton yang dicetak. Sesuai dengan fungsinya maka syarat kekokohan, stabilitas, kerapian acuan dan perancah sangat menentukan keberhasilan pekerjaan beton secara keseluruhan. Meskipun demikian tetap saja pekerjaan ini digolongkan sebagai pekerjaan yang sementara karna acuan berikut perancah akan dibongkar dan disingkirkan setelah beton mengeras. Pekerjaan acuan dimulai dengan merancang berdasarkan pada bentuk beton jadi sesuai dengan gambar detail dan spesifikasi teknis dari dokumen perencanaan. Acuan beton sedapat mungkin dibuat berdasarkan pola rancangan panel-panel baku berukuran standar yang secara luwes dapat dirakit untuk dipakai pada bermacam permukaan bidang cetakan. Syarat utama dalam pembuatan acuan beton adalah rapat air, dimensinya tepat sesuai dengan gambar rencana, lurus dan rata pada seluruh permukaannya, serta kokoh dalam menopang seluruh beban termasuk getaran-getaran yang ditimbulkan sewaktu memasang tulangan ataupun pemadatan beton.

Pekerjaan Baja Tulangan
Pekerjaan baja tulangan diukur berdasarkan pada berat batang baja tulangan yang dikerjakan. Pelaksanaannya berawal dari daftar bengkkan baja tulangan yang dibuat berdasarkan gambar perencanaan, yang menggambarkan keseluruhan kebutuhan penulangan termasuk seluruh sambungan-sambungannya. Untuk menjamin kerapian dan kekokohan rangka penulangan harus dilengkapi dengan memasang perkuatan bantuan berupa penyokong, penopang, atau penyangga secukupnya pada tempat-tempat tertentu.

Pekerjaan Adukan Beton
Semen yang bereaksi dangan air sebagai material perekat harus dicampur dan diaduk dengan benar dan merata agar dapat dicapai mutu beton yang baik. Kekentalan adukan beton harus diawasi dan dikendalikan dengan cara memeriksa slump pada setiap adukan beton baru. Umumnya pengadukan dilakukan dengan mesin. Waktu pengadukan tergantung pada kapasitas isi mesin pengaduk, jumlah adukan, jenis serta susunan butir material dan nilai slump beton.


Apa Itu Slump?

Slump beton adalah besaran kekentalan (viscocity) /plastisitas dan kohesif dari beton segar. Nilai slump digunakan sebagai petunjuk ketepatan jumlah pemakaian air dalam hubungannya dengan faktor air semen (fas) yang ingin dicapai. Faktor air semen selain menentukan sifat mudah dikerjakan, juga berpengaruh terhadap kekuatan beton yang dihasilkan.
Pengendalian Pekerjaan Pembetonan
Sering terjadi di lapangan kekuatan beton yang diproduksi cenderung bervariasi dari adukan satu ke adukan berikutnya. Besarnya variasi tersebut bergantung pada:
(1)   variasi mutu bahan (agregat) antar adukan
(2)   variasi hasil pengadukan
(3)   variasi hasil pemadatan
(4)   stabilitas pekerja (fit or tired)
Untuk menjamin kekuatan beton yang baik, maka diperlukan pekerjaan pengendalian mutu beton, yaitu memantau dan mengevaluasi secara terus-menerus agar beton yang dibuat di lapangan selalu mempunyai kuat tekan sesuai yang diharapkan. Bila beton yang dihasilkan kurang memuaskan, maka diperlukan langkah sbb.
  1. analisis ulang struktur berdasarkan kuat tekan beton sesungguhnya
  2. uji tidak merusak (non destructive test), misalnya dengan Schmidt Rebound Hardness, uji bor inti, dll
Ragam Beton

Beton Konvensional

Merupakan jenis beton semen biasa. Beton ini terdiri atas campuran kerikil (batu pecah), pasir, dan semen dengan perbandingan berat 3 : 2 : 1. Biasanya beton ini memerlukan penulangan besi.

Beton Polimer

Beton jenis ini ciptaan Prof. Ir. H. Djuanda Suraatmadja. Beton polimer memiliki sifat kedap air, tidak terpengaruh sinar ultraviolet, tahan terhadap larutan agresif seperti bahan kimia serta kelebihan lainnya. Keunggulan lain adalah beton polimer bisa mengeras di dalam air sehingga bisa digunakan untuk memperbaiki bangunan-bangunan bawah air.
Satu-satunya kelemahan yang hingga kini belum teratasi adalah harga beton polimer masih belum bisa lebih rendah dibandingkan dengan beton semen, kecuali untuk daerah Irian Jaya, di mana harga semen berlipat-lipat dari harga semen di Pulau Jawa. Karena itu, beton polimer selama ini lebih banyak digunakan untuk rehabilitasi bangunan yang rusak. Beton polimer dapat dibedakan atas polymer concretepolymer modified concrete (beton biasa tetapi dimofifikasi dengan menggunakan polimer), polymer impregnated concrete (beton berpori-pori yang kemudian diisi dengan polimer), dan sulfur polymer concrete(beton yang dibuat dari pasir, kerikil, belerang, dan polimer).
Beton Geopolimer
Ditemukan oleh Davidovits. Dinamakan demikian karena merupakan sintesa bahan-bahan alam nonorganik lewat proses polimerisasi. Bahan dasar utama yang diperlukan untuk pembuatan material geopolimer ini adalah bahan-bahan yang banyak mengandung unsur-unsur silikon dan aluminium. Unsur-unsur ini banyak ditemukan, di antaranya pada material buangan hasil sampingan industri, seperti misalnya abu terbang dari sisa pembakaran batu bara. Selama ini, abu terbang-disebut demikian karena kecilnya ukuran partikel dan karenanya mudah beterbangan di udara-lebih banyak tidak dimanfaatkan dengan semestinya ataupun dipakai hanya sebagai bahan timbunan. Penimbunan yang sembarangan bahkan berpotensi mengancam kelestarian lingkungan, selain mudah beterbangan dan mengotori udara, partikel-partikel logam berat yang dikandungnya dengan mudah larut dan mencemari sumber-sumber air. Untuk melarutkan unsur-unsur silikon dan aluminium, serta memungkinkan terjadinya reaksi kimiawi, digunakan larutan yang bersifat alkalis. Material geopolimer ini digabungkan dengan agregat batuan kemudian menghasilkan beton geopolimer, tanpa menggunakan semen lagi.
Geopolimer dikatakan ramah lingkungan, karena selain dapat menggunakan bahan-bahan buangan industri, proses pembuatan beton geopolimer tidak terlalu memerlukan energi, seperti halnya proses pembuatan semen yang setidaknya memerlukan suhu hingga 800 derajat Celsius. Dengan pemanasan lebih kurang 60 derajat Celsius selama satu hari penuh sudah dapat dihasilkan beton yang berkekuatan tinggi. Karenanya, pembuatan beton geopolimer mampu menurunkan emisi gas rumah kaca yang diakibatkan oleh proses produksi semen hingga tinggal 20 persen saja.
Hasil-hasil riset selama ini telah menunjukkan bahwa beton geopolimer memiliki sifat-sifat teknik yang amat mengesankan, di antaranya kekuatan dan keawetan yang tinggi. Sebuah perusahaan beton pracetak di Australia bahkan sudah mulai memproduksi prototipe beton geopolimer pracetak dalam bentuk bantalan rel kereta, pipa-pipa beton untuk saluran pembuangan air kotor, dan lain-lain. Hal yang memberikan perbedaan cukup penting antara beton geopolimer dengan beton polimer organik yang sudah lebih dulu diperkenalkan, terutama adalah biaya pembuatannya. Beton geopolimer bisa diproduksi dengan biaya yang setara dengan beton biasa, yang jauh lebih murah dibanding biaya untuk menghasilkan beton polimer organik.
Di dunia material konstruksi, hingga saat ini fokus penelitian-penelitian yang dilakukan terhadap beton geopolimer ini lebih ditekankan pada aplikasinya sebagai beton pracetak, mengingat ketelitian yang lebih tinggi masih diperlukan dalam proses pembuatannya. Di bidang lain, geopolimer juga sedang diteliti untuk keperluan pembuatan keramik dan bahan pemasung logam-logam berbahaya.
Penggunaan Beton
Beton telah umum digunakan untuk membuat perkerasan jalan, struktur bangunan, fondasi, jalan, jembatan penyeberangan, struktur parkiran, dasar untuk pagar/gerbang, semen dalam bata atau tembok blok, dsb.

Pengujian Sifat-Sifat Beton 

1. Uji Kuat Tekan Beton

Maksud     : menentukan kuat tekan (compressive strength) beton dengan benda uji berbentuk silinder      yang dibuat dan dimatangkan (curing) di laboratorium maupun di lapangan.
Tujuan       : memperoleh nilai kuat tekan dengan prosedur yang benar
Kuat tekan beton adalah besarnya beban per satuan luas, yang menyebabkan benda uji beton hancur bila dibebani dengan gaya tekan tertentu yang dihasilkan oleh mesin tekan.

2.   Uji Slump

Maksud     : menentukan slump beton (concrete slump)
Tujuan       : idem

3.   Uji Los Angeles

Maksud     : menentukan ketahanan aus serta ketahanan pecah (keuletan) kerikil berhubungan dengan kekuatan beton yang akan dibuat.
Nilai yang diperoleh dari hasil pengujian berupa persentase berat antara bagian yang aus dan berat semula sebelum pengujian.

4.   Uji Rudeloff

Maksud     : menentukan ketahanan hancur kerikil yang berhubungan dengan kekerasan dan kekuatan kerikil.
Kekerasan kerikil berhubungan dengan kekuatan beton yang akan dibuat.

5.   Uji Kuat Tarik Beton

Maksud     : menentukan nilai kuat tarik beton guna keperluan perencanaan komponen struktur
Kuat tarik beton adalah tegangan tarik yang menyebabkan keruntuhan benda uji, dalam satuan MPa.
 
Copyright © 2013 SEMEN HOLCIM
Powered byBlogger